Kabupaten Muara Enim Teken MoU “Gerakan Menuju 100 Smart City”




Tim News Room Muara Enim Diskominfo.

Bupati Kabupaten Muara Enim Ir. H. Muzakir Sai Sohar melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman “Gerakan Menuju 100 Samrt City”, ini menandakan bahwa Kabupaten Muara Enim tergabung dalam Gerakan Menuju 100 Smart City, Selasa (8/5). bertempat di Redtop Hotel and Convention Center, dihadiri oleh Bupati Muara Enim Ir. H. Muzakir Sai Sohar, Kadin Kominfo Ardian Arifanardi, AP., MSi. Kaban Litbangda  M.Tarmizi Ismail SE,  M.Si, . Kabid Bappeda Sukiani, SE  serta  50  Kabupaten/Kota se-Indonesia.

Penandatanganan ini merupakan awal dimulainya kegiatan yang bertujuan untuk mendorong pemanfaatan teknologi dalam menjawab permasalahan serta peningkatan potensi daerah.

Sebanyak 50 Wali Kota dan Bupati dari berbagai Daerah di Indonesia menandatangani nota kesepahaman mengikuti Gerakan Menuju 100 Smart City tahap II di Jakarta. Penandatanganan kesepakatan ini menandai dimulainya rangkaian kegiatan yang bertujuan mendorong pemanfaatan teknologi dalam menjawab permasalahan sekaligus mendorong potensi di masing-masing daerah.

Gerakan Menuju 100 Smart City sudah bergulir sejak 2017. yang awalnya terdapat 25 kabupaten/kota yang telah melakukan kesepahaman gerakan smart city ini. Pada tahun ini 50 Kabupaten/Kota resmi bergabung hingga total peserta berjumlah 75 Kabupaten/Kota. Adapun harapan kedepan di Tahun 2019 dapat melibatkan 25 Kabupaten/Kota lain untuk mewujudkan gerakan 100 smart city.

Gerakan Menuju 100 Smart City ini didorong dari data Bappenas yang memperkirakan pada tahun 2045 jumlah penduduk Indonesia akan mencapai 318 juta jiwa dan dari jumlah tersebut 67,1% akan hidup di area perkotaan. Program ini diinisiasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika yang didukung kementrian terkait seperti Kementrian Dalam Negeri, Kementrian Keuangan, Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara, Bappenas, dan Kantor Staf Kepresidenan.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menyatakan, Smart City tak hanya pemenuhan atas kebutuhan teknologi. Pemilihan kabupaten/kota untuk mengikuti kegiatan ini dilakukan melalui seleksi dengan melihat berbagai parameter,  seperti  kondisi  keuangan  daerah, dan Smart City bukanlah semata-semata belanja teknologi, melainkan untuk melakukan pelayanan kepada masyarakat dengan lebih baik.

Dengan mendefinisikan apa yang akan diberikan membuat setiap inisiatif terkait Smart City dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, ujar Rudi.

Bupati Muara Enim yang menghadiri langsung acara tersebut seusai acara menyampaikan bahwa Bimbingan gerakan menuju smart city ini dirangkaikan dengan penandatangani nota kesepahaman dimulainya rangkaian kegiatan yang bertujuan mendorong pemanfaatan teknologi dalam menjawab permasalahan sekaligus mendorong potensi di masing-masing daerah.

“Hasil dari Gerakan Menuju 100 Smart City ini adalah terbentuknya Master Plan yang memuat rencana pembangunan smart city tentu saja di Kabupaten Muara Enim dalam 5 hingga 10 tahun ke depan,” ujar Muzakir

Menurut Muzakir, smart city bukan semata-mata belanja teknologi, tapi mendefinisikan manfaat yang akan diberikan pada masyarakat, kemudian mencari teknologi yang relevan.

 

 

 

  • Pengunjung (149961 Kunjungan)
  • Hits (149961 Kunjungan)
  • Hari Ini (760 Kunjungan)
  • Kemarin (1035 Kunjungan)

Apakah website ini bersifat informatif?